Aku hadir bukan untuk megganggu apalagi merusak hidupmu, aku hanya sekedar ingin mengagumimu dalam diam tanpa membuatmu rugi. Sampai akhirnya aku tak lagi mampu menghijab emosi perasaan dan mulutku untuk tidak mengucapkan itu. Ya, aku cewe menyebalkan yang nekat untuk memulai sebuah cerita yang kamu pun sama sekali tidak ingin untuk mendengarnya. Tiap kali aku memulai berbicara tentang perasaan saat itu juga seakan-akan kamu ingin menyadarkanku betapa aku salah menyayangimu lebih dari sekedar sahabat. Tiba saatnya juga aku harus mulai bisa mengontrol perasaanku terhadapmu seperti sedia kala. Kamu selalu bicara tidak akan perubahan sikap, tapi mana buktinya? Kamu justru sekarang lebih akrab dengan sahabat-sahabat ku yang lain didepanku membuat aku ingin berteriak sekeras-kerasnya dan menampar wajahmu dengan gamang. Andai aku bisa memilih kepada siapa hati ini akan jatuh tentunya aku tidak akan memilih kepadamu. Aku tegaskan "selera bukan prioritas", aku benci ketika kamu mengucap fisik yang membuatmu enggan mengenalku lebih jauh dari sekarang. Dari sikapmu yang berlebih kala itu membuatku nyaman. Namun itu juga kelebihanmu, kamu yang membuat nyaman, lalu kamu juga yang pergi tanpa melihat ke arahku sedetikpun. Kamu tega membiarkanku terlantar di perasaanku sendiri yang membuatku bingung untuk keluar dari sana. Ini rumit, seperti aku sedang gugup dan memaksakan diri keluar dari taman labirin di tengah hutan malam hari tanpa ada sinaran cahaya sedikitpun. Lebay, memang. Tapi ini perasaan, ini titipan sang Ilahi, aku tau ini belum berakhir karena ini belum indah. Alasanku masih tetap bertahan walau dalam diam agar kamu tidak mati rasa lagi adalah karena aku masih ingin menunggu bagaimana perasaanmu akhirnya. Aku hanya tidak ingin kamu mempunyai perasaan yang sama seperti apa yang aku rasakan sekarang terhadapmu terjadi padamu ketika sang Ilahi juga yang telah mengambil perasaan ini. Antara hal itu dan apakah ini jawaban dari-Nya bahwa kamu bukan lelaki baik yang pantas untukku, atau mungkin kamu tidak pantas untukku karena bukan cewe baik-baik. Mungkin cewemu sebelumnya adalah wanita yang mampu mengubah hidupmu. Taukah kamu betapa aku berharap saat ini sampai akhirnya aku harus relakan sakit hati menerima semuanya. Ini ngga semudah membuang sampah sembarangan sob :')
Rabu, 11 Februari 2015
Absurd hurt
Entah untuk yang keberapa kalinya aku jatuh. Jatuh di hati yang sama,
hati yang rapuh ini hanya bisa memapah hati yang lebih rapuh. Hati yang membuat
hatiku jatuh bukan hati yang rapuh, hati itu hati yang sangat kuat. Hati yang
telah lama pergi dari kehidupan yang fana ini tiba-tiba muncul dengan sinaran
cahaya yang menyinarinya. Aku pun sempat tergoda untuk bisa merenggutnya
kembali, merenggut hati yang telah lama pergi. Ternyata tanpa aku meminta, hati
itu balik lagi. Hati ini yang sekarang bimbang, hati yang tadinya yakin
untuknya kini bingung untuk menentukan sebuah jawaban atas semua teka-teki
kehidupan yang disusun yang pencipta. Bersujud lah aku kepada-Mu, ber’doa
meminta jawaban atas semua ini. Aku yakin, engkau telah menciptakan sebuah
pintu untuk ku lewati, pintu yang entah dimana adanya aku pun harus mencari
itu. Kini rasanya dunia kegelapan sedang menguasai kehidupanku, kefanaan
kehidupan sungguh terasa ketika kita sedang meminta belas kasihan-Nya. Tanpa
memikirkan betapa kita telah menyakiti dan menodai kepercayaan sang penguasa
langit dan bumi. Apa yang harus aku lakukan untuk ketenangan hatiku dan hati yang
kuat itu?
Senin, 09 Februari 2015
Kala rindu mendera
Malam yang dingin ini tidak mengalahkan dinginnya sikapmu terhadapku
saat ini. Mungkin kamu sudah lelah atau apapun namanya aku tidak paham yang
jelas malam ini hujan turun membasahi bumi. Motor melaju dengan santai berharap
tidak melihat dia yang sempat membuatku berpaling sesaat darimu memboncengkan
kekasihnya. Tapi nyatanya aku melihatnya, suhu tubuhpun tak bisa mengontrol
keadaan ini. Apa mungkin aku jatuh hati terhadapnya? Tapi kenapa aku masih
memikirkanmu? Beritahu aku tentang jawaban semua misteri kehidupan ini. Aku
tidak sanggup menahan perasaanku kali ini. Aku
mengaguminya namun aku juga menyangimu. Hatiku mungkin masih tertinggal
dikamu saat aku memaksamu pergi waktu itu. Kamu yang memaksaku untuk tidak mengucapkan
kalimat itu tapi aku yang membantahmu kali ini aku yang merasakan penyesalan
itu. Kamu mungkin bisa tertawa kala aku memberi isyarat agar kamu kembali tapi
ini semua hasratku. Hasrat untuk bersamamu saat ini lebih besar dari apapun,
aku rindu kamu.
kecewa? entahlah
Ketika aku mulai beranjak pergi tiba-tiba motivasiku pergi juga. Apa
yang sebenarnya engkau rencanakan ya tuhan. Yakinkanku kalau dia benar untukku
bukan dia yang selalu memberi harapan namun kosong kenyataannya. Aku lelah
menantinya penuh harap yang tidak berbalas. Aku juga tau dia tidak berbalas,
namun aku juga tidak paham dengan perasaan ini. Semakin aku memikirkannya
semakin aku merasa gejolak di hatiku. Hati yang memberontak setelah tau
alasannya. Hati yang tak yakin untuk melanjutkan semua ini namun belum bisa
dengan cepat beralih darinya. Apa mungkin aku Cuma kecewa? Aku Cuma ingin
melampiaskan atau apapun yang jelas aku dan hatiku terus beradu menentukan mana
yang benar. Apakah hati yang sekarang berhenti di dia atau menuruti ego untuk
kembali ke orang dengan sejuta alasan yang membuatku selalu berharap? Perasaan
kacau saat ini menguasai pikiran dan perasaan yang membuatku tidak bisa
berfikir dengan jernih. Perasaan yang terasa sangat sakit ketika melihat dan
mengetahui tentang dia dan seseorang.
Minggu, 08 Februari 2015
dia dan wanitanya
Bukan puisi beneran, hanya curahan hati yang bimbang
Malam datang dengan hembusan angin yang menerpa muka di hadapan
jendela
Seorang wanita dengan muka kusut teringat akan sesuatu hal
Hal yang indah dikala itu
Saat wanita itu masih bersama dia yang selalu mengalah
Dia yang selalu sabar dengan wanitanya yang egois
Dia yang selalu salah dihadapan wanitanya
Dia yang selalu membenarkan wanitanya
Dia yang tidak pernah bosan dengan perlakuan wanitanya
Dia yang kini tak nampak dihadapan wanitanya
Tapi dia kini yang menghantui pikiran wanitanya
Dia yang diam-diam menyelinap masuk lagi ke hati wanitanya
Masuk melalui celah-celah yang sudah rapuh termakan waktu
Dia yang kini menjadi harapan si wanita itu
Bukan otak yang menyuruh tapi perasaan
Siapa
dia, aku mengenalnya
Hadir
dengan sejuta pertanyaan
Perasaan
yang masih tetap sama
apakah
ini namanya teman
beritahuku
tuk bisa mengenalnya
apakah
mungkin ini cinta
ajariku
tuk tidak menyakitinya
berat
hati ini mencoba menerima
ragu
perasaan ini tuk memahaminya
lain
dengan lubuk yang berteriak
“kembalilah,
kembalilah tuk lebih baik”
Harus
ikut siapa aku kali ini
Ikut
hati ku ragu
Perasaan
ku galau
Entahlah,
dunia masih luas
Kehidupan
masih panjang
Banyak
negara yang belum ku jajaki
bukan puisi cinta
Mencoba menghiasi hari demi hariku
Dari kejauhan dia menghibur, dan menemani rasa
bosanku
Dimensi waktu membawanya kembali disisiku
Hadir dengan sebuah senyum tersungging di bibir
Terasa sebuah tangan halus menyentuh mahkotaku
Hangat yang kurasa, indah yang kubayangkan
Sebuah sinar membawa kita untuk berjalan lebih
jauh
“ jangan, aku pikir itu terlalu jauh”
“ tak usah kau takut, aku akan selalu
disampingmu” bisiknya
Ketika itu juga aku percaya dan aku menjadi
seorang pemberani
Jenuh, mungkin tiba-tiba aku mulai merasakannya
Setelah kau membawaku menuju cahaya itu, aku
sadar
Banyak yang masih tertinggal disana, di tempat
gelap nan mengerikan itu
Aku harus putar balik membuat semuanya jadi
temanku
Satu pilihanku di situ, meninggalkanmu, iya, aku
harus merelakanmu
Aku rela melepasmu, untuk sesaat atau mungkin
selamanya aku pun tidak tahu
Dia yang maha tahu, dia yang maha esa yang tahu
Aku bertanya kepada-Nya, bukan, dia bukan
membisu
Dia Cuma enggan menjawab seonggok daging busuk
hati ini
Tunggulah, tunggu dia menjawab, dia tidak akan
mengubah takdirmu
Mungkin gitu
Ada yang bilang kalo ngga selalu orang yang
ngelakuin kesalahan yang sama itu orang yang bodoh. Orang itu bisa aja pengen
perbaiki kesalahan yang lalu dengan masa lalunya. Tapi kali ini aku juga
nggatau harus gimana. Nggatau harus berbuat apa biar dia paham gimana
perasaannya aku sekarang. Dia yang selalu bikin kangen, bikin ngga bisa move
on. Hampir semua tulisanku tentang dia. Dia yang hadir nya berikan suasana
baru, yang mampu tenangkan segala keresahan hati. Tapi dia juga yang pergi
tanpa jejak dan buat orang penasaran. Aku harus gimana teman? Aku nggamau galau
tapi aku juga nggamau salah ambil tindakan. Apa karena aku ngga berani pergi
dari zona nyamanku yah makanya aku susah buat move. Semua orang yang
bener-bener pake hati pasti juga pernah ngerasain hal yang sama kaya apa yang
aku rasain. Tapi mungkin mereka ngga selama aku kali yah. Aku juga ngga tau
harus gimana.
Entah apa ini, baca aja
Ada sebuah cerita
tentang seorang kaum hawa sebut saja namanya Mawar, yang kemana-mana membawa
sebuah payung untuk diberikan kepada seorang yang menurutnya pantas untuk dia
berikan kepadanya. Sampai suatu hari di saat hujan, Mawar bertemu dengan
seorang lelaki sebut saja namanya Marwan, yang menurutnya pantas untuk diberi
payungnya. “Aku punya payung, tapi cuma satu, terserah kamu mau kamu pakai
untuk memayungi siapa pun” Mawar berkata. Marwan pun berlalu sambil mengucap
terima kasih. Mawar berujar pelan “ Kalo kamu tidak menemukan siapa yang harus
kamu payungi, balik saja kesini aku masih menunggumu disini berteman hujan”.
Marwan berkelana mencari siapagadis yang pantas untuk menerima payungnya dan
akhirnya menemukan seorang gadis yang kehujanan dan memberikan payungnya namun
gadis itu berlalu pergi meninggalkan Marwan dan memberikan payung itu kepada
lelaki lain. Marwan pun menyesali perbuatannya itu dan kembali di mana Mawar
berada tadi, dan benar Mawar masih tetap setia menunggu Marwan dengan badan yang
menggigil kehujanan sejak lama. Intinya jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan
yang sudah hadir. Belum tentu semua orang akan memberikan kesempatan kedua nya
untuk kesalahn fatal seperti itu. Ketika seorang wanita sudah lelah dia tidak
akan sembarangan memberikan kesempatan itu lagi.
jerat perih
Hampa
hariku lewati
tawar
hatiku merana
letih
sudah ku mencari
karna
kutau jawabnya
sudahlah
kau sakiti
hancurkan
semua mimpi
kini
kan ku akhiri segalanya
lelahku
dalam amarah
terjerat
dalam perihnya
walau
banyak kata kata yang terucap
tenggelamku
dalam perbedaan yang menyiksa
sudahlah
kau sakiti
hancurkan
semua mimpi
kini
kan kuakhiri segalanya
biarkan
kusendiri lalui hidup ini
tetapku
takkan pernah ragukannya
Baper kan -_-
Aku juga nggatau kalo akhirnya bakal kaya gini. Aku yang
jatuh cinta tanpa berbalas kepada sahabatku sendiri. Aku memakluminya, aku
bukan wanita idaman, aku hanya cewe menyebalkan. Kalo aku bisa memlihi takdir
kehidupan aku pasti ngga bakal milih yang ini. Menyakitkan! Paham kan gimana
rasanya menyayangi sahabat sendiri lalu berusaha mengungkapkannya dan akhirnya
pergi jauh? Aku masih bisa bersyukur atas semua yang Allah berikan kepadaku
selama ini, tapi untuk yang satu ini aku masih janggal menerimanya. Aku juga
nggamau untuk merasakan ini, bukan Cuma kamu. Lagian aku tau seleramu itu yang
kaya apa. Bukan seperti aku ini kan? Jadi kamu nggausah ikut-ikutan galauin aku
lah, please! Ngga penting sumpah hadirnya aku didirimu. (Kenapa tiba-tiba baumu
memenuhi penciumanku yah?, diluar konten) ya kan? Kamu ngga perlu khawatir
karena kamu ngga punya rasa yang sama kaya apa yang aku rasain sekarang, yang
sekarang kamu perlu lakukan itu gimana caranya kamu tetap dijalanmu tanpa
sedikitpun menyakiti perasaanku. Maaf aku selalu memaksakan keinginanku.
kenalan aja dulu, siapa tau kita jodoh~
Sebenernya ini entah blog ke berapa yang aku buat, cuma ya gitu,
lupa terus pake akun yang mana. Haha. Mau kenalan lagi ah, namaku Jernih Sumbar
Rizkiana. Alhamdulillah lahir dari rahim seorang Ibu akibat perbuatan Bapak.
Apa ini. Maksudnya ini hadiah dari Allah berkat cinta mereka berdua. Katanya si
dulu lahirnya tanggal 16 September 1997.Aku tuh suka banget nyanyi, suaraku
bagus loh, kalo nyanyi sambil dengerin lagu lewat headset tapi, giliran direkam
dan diputer hasilnya yaaa.....tau sendiri lah. Aku juga suka nulis, nulisnya
sukanya muter-muter kata temen-temen, ya ngebingungin tapi ada maknanya,
katanya si gitu. Aku dibilang puitis juga, kadang juga dibilang paling 'baper'
(kebawa perasaan), istilah anak muda gaul jaman sekarang si. Aku punya 3 saudara kandung, yang pertama laki-laki, dia sudah punya 2
anak, yang pertama anaknya item, lumayan pinter, gendut, beratnya sama kaya aku ya karena aku juga gendut dia duduk di
kursi, oh engga maksudnya kelas 1 SMP, yang kedua sholat alias adiknya, dia masih kelas 2 SD,
tapi kegantengannya itu berbanding terbalik sama kakaknya, dia ngga pernah mau
pulang kerumah, ya dia betah banget dirumahku. Yang kedua punya 2 anak juga,
dia perempuan, anak yang pertama cewe, dia kelas 3 SD, pinter, dan cantik, anak
yang kedua cowo, dia baru 1 tahun 4 bulan kurang 8 hari sampai hari ini, mau
dibilang ganteng ya ganteng, orang masih bayi. Alhasil aku dipanggil
tante. Yang ketiga itu baru selesai kuliah S1 nya, dia masih di Jogjakarta
sampai sekarang, denger-denger si mau cari kerja buat sampingan nanti kalo
ngelanjut S2, kakakku yang satu ini bisa dibilang paling pintar di keluargaku,
tapi kata kakakku aku juga jenius. Dia juga yang paling cantik kok. Ibuku,
ibuku seorang wanita, dia adalah sosok yang paling kuat hatinya, dia tidak
pernah mengeluh di depan anak-anaknya, dia seorang yang sangat mulia :').
Bapakku, nah ini dia orang yang selalu memotivasiku dalam segala hal dan bidang kehidupan, Bapakku itu
ganteng, ini terbukti dari omongan anak kecil yang mengakui bahwa bapakku itu ganteng
:D, bijaksana, bijaksini, berwibawa.
Saat ini aku bersekolah di salah satu SMA Negeri di Purwokerto. Sekarang aku
udah ditingkat akhir, ya kelas 3, ipa loh ya, ini harus diperjelas, ya
karena dengan kapasitas otakku ini aku bisa masuk ipa itu suatu kebanggaan
tersendiri. Awal masuk kelas sebelas itu banyak hal yang sudah aku pikirkan
karena aku sadar dengan kemampuanku, tapi setelah berjalan satu semester,
hasilnya ngga buruk juga. Dan yang patut aku syukuri lagi itu ya karena aku
bisa hadir diantara anak-anak yang sangat asik. Mereka ngga belum pernah bikin aku
bosen. Aku si niat buat blog lagi biar bisa berbagi ke’baper’an sama khalayak
ramai. Untuk lebih jelasnya tentang kehidupanku dateng aja kerumah kalo hari
libur, ya, karena aku ngekos, boleh juga dateng kekosan, jangan lupa baawa seserahan jajan. Boleh wawancara tapi jangan
bawa-bawa kamera ya, dikira jumpa pers apa. Matur sembah nuwun J
Langganan:
Komentar (Atom)