Mencoba menghiasi hari demi hariku
Dari kejauhan dia menghibur, dan menemani rasa
bosanku
Dimensi waktu membawanya kembali disisiku
Hadir dengan sebuah senyum tersungging di bibir
Terasa sebuah tangan halus menyentuh mahkotaku
Hangat yang kurasa, indah yang kubayangkan
Sebuah sinar membawa kita untuk berjalan lebih
jauh
“ jangan, aku pikir itu terlalu jauh”
“ tak usah kau takut, aku akan selalu
disampingmu” bisiknya
Ketika itu juga aku percaya dan aku menjadi
seorang pemberani
Jenuh, mungkin tiba-tiba aku mulai merasakannya
Setelah kau membawaku menuju cahaya itu, aku
sadar
Banyak yang masih tertinggal disana, di tempat
gelap nan mengerikan itu
Aku harus putar balik membuat semuanya jadi
temanku
Satu pilihanku di situ, meninggalkanmu, iya, aku
harus merelakanmu
Aku rela melepasmu, untuk sesaat atau mungkin
selamanya aku pun tidak tahu
Dia yang maha tahu, dia yang maha esa yang tahu
Aku bertanya kepada-Nya, bukan, dia bukan
membisu
Dia Cuma enggan menjawab seonggok daging busuk
hati ini
Tunggulah, tunggu dia menjawab, dia tidak akan
mengubah takdirmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar