Entah untuk yang keberapa kalinya aku jatuh. Jatuh di hati yang sama,
hati yang rapuh ini hanya bisa memapah hati yang lebih rapuh. Hati yang membuat
hatiku jatuh bukan hati yang rapuh, hati itu hati yang sangat kuat. Hati yang
telah lama pergi dari kehidupan yang fana ini tiba-tiba muncul dengan sinaran
cahaya yang menyinarinya. Aku pun sempat tergoda untuk bisa merenggutnya
kembali, merenggut hati yang telah lama pergi. Ternyata tanpa aku meminta, hati
itu balik lagi. Hati ini yang sekarang bimbang, hati yang tadinya yakin
untuknya kini bingung untuk menentukan sebuah jawaban atas semua teka-teki
kehidupan yang disusun yang pencipta. Bersujud lah aku kepada-Mu, ber’doa
meminta jawaban atas semua ini. Aku yakin, engkau telah menciptakan sebuah
pintu untuk ku lewati, pintu yang entah dimana adanya aku pun harus mencari
itu. Kini rasanya dunia kegelapan sedang menguasai kehidupanku, kefanaan
kehidupan sungguh terasa ketika kita sedang meminta belas kasihan-Nya. Tanpa
memikirkan betapa kita telah menyakiti dan menodai kepercayaan sang penguasa
langit dan bumi. Apa yang harus aku lakukan untuk ketenangan hatiku dan hati yang
kuat itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar