Rabu, 11 Februari 2015

Absurd hurt

Entah untuk yang keberapa kalinya aku jatuh. Jatuh di hati yang sama, hati yang rapuh ini hanya bisa memapah hati yang lebih rapuh. Hati yang membuat hatiku jatuh bukan hati yang rapuh, hati itu hati yang sangat kuat. Hati yang telah lama pergi dari kehidupan yang fana ini tiba-tiba muncul dengan sinaran cahaya yang menyinarinya. Aku pun sempat tergoda untuk bisa merenggutnya kembali, merenggut hati yang telah lama pergi. Ternyata tanpa aku meminta, hati itu balik lagi. Hati ini yang sekarang bimbang, hati yang tadinya yakin untuknya kini bingung untuk menentukan sebuah jawaban atas semua teka-teki kehidupan yang disusun yang pencipta. Bersujud lah aku kepada-Mu, ber’doa meminta jawaban atas semua ini. Aku yakin, engkau telah menciptakan sebuah pintu untuk ku lewati, pintu yang entah dimana adanya aku pun harus mencari itu. Kini rasanya dunia kegelapan sedang menguasai kehidupanku, kefanaan kehidupan sungguh terasa ketika kita sedang meminta belas kasihan-Nya. Tanpa memikirkan betapa kita telah menyakiti dan menodai kepercayaan sang penguasa langit dan bumi. Apa yang harus aku lakukan untuk ketenangan hatiku dan hati yang kuat itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar